Wednesday, August 14, 2013

Tepung Ikan Dan Tepung Daun


Dalam penyusunan ransum pakan, 10% - 12% harus terdiri dari tepung ikan. Meskipun sedikit tepung ikan,  tidak boleh tidak harus di sertakan dalam komposisi formula ransum pakan. Kenapa sedemikian urgent, sehingga tidak boleh di tinggalkan ? Mari kita bahas bersama……

Tepung Ikan adalah sumber protein yang sangat baik untuk unggas, karena mengandung asam-asam amino esensial yang cukup untuk kebutuhan ayam dan sumber utama dari Lisin dan Metionin. Tepung ikan bukan hanya mengandung ke dua asam amino di atas, tapi komplit ke sepuluh asam amino ada pada tepung ikan. Pokoke joss tenan…..

Tepung ikan yang di pakai pabrik besar berasal dari imfor, Negara Chili dan Peru yang memang hasil ikan teri sebagai sumber utama tepung ikan banyak di hasilkan oleh ke dua Negara tersebut. Jenis tepung ikan anchovetta dan menhaden dengan kandungan protein mencapai 60 – 62% sangat di sukai oleh pabrikan besar apalagi kontiyuitas stock terjamin.

Yang jadi pertanyaan apa Indonesia tidak dapat menghasilkan tepung ikan? Padahal luas perairan laut Indonesia begitu panjang ? Masa kalah sama Thailand sebagai Negara eksfortir tepung ikan, padahal panjang perairan laut Indonesia lebih pannjang 17 kali lipat dari Thailand.

Setelah di telusuri teryata peruntukan hasil laut di Thailand 100% untuk produk tepung ikan sedang Indonesia produsen tepung ikan bersaing dengan pabrik ikan asap dan ikan pindang yang menjadi menu paforit kebanyakan rakyat menegah kebawah. Bahan baku ikan pindang jika diolah menjadi tepung ikan jenis anchovetta kalah bersaing sebagai lauk murah meriah.Itu sejarahnya……

Peternakan yang saya kelola juga membutuhkan komposisi tepung ikan tersendiri, disamping jagung,katul dn sentrat 124 dari pokphand. Selama ini saya tidak pernah mengalami kesulitan kontiyuitas stock dan kualitas dengan crude protein 55% - 60%. Kenapa bisa, katanya kekurangan tepung ikan? Tepung ikan yang saya gunakan tepung ikan air tawar, yang kita bahas sedari tadi adalah tepung ikan air laut.Begitu………

Sekarang ini keluar masuk tepung ikan dan minyak ikan  sudah di tangani sendiri oleh istri saya di bawah bendera

EL ZAITUNA POLTRY SHOP “ kalau ndak salah dilempar harga Rp 9000 – 9500/kg dengan kandungan crude protein 55% - 60%, sedang minyak ikan Rp 6.000/ kg.  Bandingkan dengan harga tepung ikan impor yang sudah menembus di level Rp 14.000 – 16.000/kg dengan CP 60 – 62%.

Saya ndak akan membahas bagaimana caranya membikin tepung ikan, hanya sedikit info untuk menghasilkan 1 kg tepung ikan di perlukan ikan segar sebanyak 5 kg. Inti proses pembuatan tepung ikan adalah penurunan tingkat kadar garam, pemasakan , pengeringan atau oven, penggilingan ikan kering jadi deh tepung ikan tinggal di kemas. Saya pernah membuat tepung ikan dengan bahan baku ikan segar saya ambil dari Pantai Depok Jogja. Saat itu harga sekilo ikan runcah atau ikan ndak punya nama hanya Rp 1.000/ kg,begitu ceritanya………

Begitu pentingnya tepung ikan karena mengandung Vitamin B12 dan sebagai identified growth factor. Senyawa perangsang tumbuh yang begitu di harapkan peternak sehingga pertumbuhan semakin cepat dan produksi telur meningkat tajam karena kebutuhan ke sepuluh asam amino terpenuhi oleh tepung ikan. Tidak boleh di lupakan juga tepung ikan mengandung senyawa pembawa sifat warna CAROTEN senyawanya bernama XANTOPHYL.

Sehingga gradasi warna kulit ayam menjadi kekuningan, kalau untuk kuning telur gradasi warna oren atau kemerahan dan biasanya mengandung Omega 3 dan Omega 4.
Sekarang kita beralih topic ke TEPUNG DAUN atau LM: LEAF MEAL.Komposisi tepung daun pada formula ransum pakan menurut teori paling banyak 5 %. Ini kan teori ilmiah, kesempatan buat rekan-rekan peternak umtuk mencobanya 10% atau 15%.

Seandainya tiada effek yang buruk maka merupakan terobosan keilmuan praktek yang luar biasa. Imbasnya pada tingkat efisiensi yang tinggi, jika rekan peternak tidak bisa membuat manajemen peternakannya seefisien mungkin…siap-siap saja gulung tikar sebab kedepan harga bahan pakan ternak akan semakin melangit, ini kudu diantisipasi……

Oke kreatif untuk berhasil….

Bahan-bahan tepung daun apa saja ya…
LAMTORO( Leucaena leucocephala Lam de Wit) :
crude protein = 23,2%
lemak =2,4
serat kasar -= 20,1%
energy metabolism = 1140 Kcal/kg
terdapat racun mimosin menyebabkan bulu rontok/ alopecia tapi racun dengan mudah di hilangkan dengan jalan penjemuran, perendaman air mengalir, perebusan.

DAUN KACANG PANJANG( VIGNASIGNEUSIS) :
protein = 27,5%
lemak = 6,3 %
BETN = 36,2 %
serat kasar = 17,3 %
abu = 12,6 %

DAUN KACANG KEDELAI (GLYCINE SOYA ) :
protein = 22,5 %
lemak = 3,92 %
BETN = 36,7 %
serat kasar = 36,2 %
abu = 10,8 %

DAUN KACANG TANAH ( ARACHIS LYPOGEA ) :
protein = 16,9 %
lemak = 2,9 %
BETN = 47,58 %
serat kasar = 25,4 %
abu = 7,51 %

DAUN KACANG HIJAU( PHASEOLUS RADIATUS) :
protein = 27,7 %
lemak = 4,8 %
BETN = 38,3 %
serat kasar = 18,4 %
abu = 4,4 %

DAUN PEPAYA:
protein = 23,5 %
lemak = 9,1 %
serat kasar = 11,3 %
energy metabolism = 1230 Kcal/kg

DAUN TURI ( SESBANIA GRANDIFLORA ):
BUNGA MERAH :
potein = 31,68 %
lemak = 4,89 %
BETN = 47,38 %
serat kasar = 12,4 %
abu = 11,2 %

BUNGA PUTIH :
protein = 40,6 %
lemak = 5,64 %
BETN = 33,38 % abu = 9,88 %
serat kasar = 10,67 %
Sebetulnya masih banyak lagi missal, daun ketela pohon, daun pisang, nangka, keluwih, sukun, waru, kembang sepatu kangkung, genjer….Kalau suruh mbahas semua…capek deh……….

PROSES PEMBUATAN TEPUNG DAUN
Kumpulkan semua stock daun , bisa bermacam daun dijadikan satu , jemur agar bila terdapat kandungan racun bisa terkurangi atau malah hilang. Tingkat kekeringan 10 – 14 % dengan cirri  daun kemresek, rapuh getas,di kepal mudah hancur atau lebih sempurna lagi di giling saja partikel kehalusannya merata. Tinggal di kemas jadi deh….mudah tho….

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan.Thank's

 
Powered by Blogger