Monday, July 1, 2013

MEMBUAT PUPUK ORGANIK

BAHAN :
1. Kotoran sapi, ayam, kambing, kelinci : 1 ton atau 1-1,5 Colt
2. Dolomit atau kapur mati  : 100 kg
3. Bekatul  : 10 kg
4. Tetes Tebu  : 1 liter
5. Dekomposer EM4  : 1 liter
6. Air secukupnya

PENGARUH CAHAYA TERHADAP PRODUKTIVITAS TELUR

Setiap mahluk hidup selalu hampir pasti memberikan respon reaksi terhadap perubahan gelap terang cahaya atau sinar matahari atau cahaya tiruan. Periode gelap terang merangsang proses pematangan organ reproduksi dan oviposisi atau peletakan telur. Dengan melihat sifat alami tersebut, maka bisa dimanipulasi untuk meningkatkan produksi telur.
Intensitas cahaya merangsang pelepasan dan peningkatan suplai  FSH( follicle stimulating hormone ) yang pada gilirannya nanti, melalui aktivitas ovary mengakibatkan terjadinya ovulasi atau pengeluaran sel telur dan oviposisi peletakkan telur sebelum keluar.

Wednesday, June 26, 2013

Cara Membuat Starter Probiotik

cara pembuatan dan bahan-bahan Starter Probiotik sebagai berikut :
Bahan-bahan yang di gunakan untuk pembuatan 100 liter :
1. Jahe Merah 3 kg
2. Kunyit 5 k
3. Gula Merah 5 kg
4. Temu Lawak 5 kg
5. jambu mete/Markisa/Nanas 3 kg
6. Dedak Halus 2 kg
7. Susu Segar 5 liter
8. Tetes 5 liter
9. Starter probiotik 2 liter.

Tuesday, June 25, 2013

BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH TIMUN MERAH

I. Pendahuluan
Nama latin tanaman timun merah adalah Coccinia grandis. Timun merah merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di India, Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Pucuk dan daun muda biasa dikonsumsi dengan cara ditumis atau direbus dan dipakai sebagai pelengkap nasi, mie atau sup. Pucuk daun ivy gourd merupakan sumber vitamin terutama vitamin A (8000-18000 IU) dan protein (3.3-4.9 g). Dalam 100 g buah ivy gourd terdapat 94 g air, 1-2 g protein, 0.1 g lemak, 3.1 g karbohidrat, 0.07 g vitamin B1, 0.08 mg vitamin B2, 15 mg vitamin C, 0.7 mg niacin, 40 mg Ca, 1.4 mg Fe, 30 mg P, dengan total energi sebesar 72-90 kJ.

BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH KANGKUNG

I. Pendahuluan
Kangkung (Ipomoea spp.) merupakan salah satu sayuran daun yang paling populer di Asia Tenggara. Kangkung dikenal juga dengan ’swamp cabbage’, ’water convolvulus’, dan ’water spinach’. Tanaman kangkung berbunga dengan warna yang beragam dari putih sampai merah muda, dan batangnya dari warna hijau sampai ungu. Daunnya merupakan sumber protein, vitamin A, besi dan kalsium. Panduan penanaman yang disajikan adalah berdasarkan kondisi dataran rendah di Taiwan. Beberapa penyesuaian diperlukan disesuaikan dengan kondisi iklim, tanah, musim, hama dan penyakit. Kangkung beradaptasi terhadap kondisi iklim dan tanah yang cukup beragam, akan tetapi memerlukan kelembaban tanah yang relatif tinggi untuk pertumbuhan yang optimum. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi lebih disukai. Kangkung dapat memberikan hasil yang optimum pada kondisi dataran rendah Tropika dengan temperatur tinggi dan penyinaran yang pendek. Temperatur yang ideal berkisar 25 – 30oC, sedangkan dibawah 10 oC tanaman akan rusak. Ada dua jenis kangkung, yaitu kangkung darat (Ipomoea reptans), berdaun sempit dan beradaptasi pada tanah yang lembab, serta dipanen hanya satu kali; dan kangkung air (Ipomoea aquatica) yang berdaun lebih lebar dan berbentuk panah. Jenis ini beradaptasi pada kondisi tergenang dan dipanen beberapa kali.

MEMBUAT DEKOMPOSER DARI BAHAN LOKAL

Saat ini dekomposer produksi pabrikan yang biasa beredar di pasaran dan paling mudah ditemui antara lain EM-4, superdegra, stardec, probion, dll.
Sebagai bahan produksi pabrikan yang telah memiliki nilai komersial tinggi, tentu saja dekomposer ini memiliki harga yang cukup mahal, dan antara satu produk dengan produk lain memiliki harga yang berbeda.
 Menurut Setiasih, S.Pt, MP staf peneliti BPTP Jawa Timur, jika membeli dekomposer dirasa mahal petani dapat membuatnya sendiri. Caranya dengan memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar kita, termasuk menggunakan limbah rumah tangga misalnya sayur-sayuran atau buah-buahan yang tidak terpakai.  Selain itu juga bisa menggunakan bagian tanaman yang ada di lingkungan sekitar kita misalnya bonggol pisang dan rebung bambu. Hasil tersebut sering disebut dengan MOL atau mikroorganisme local.

Wereng Batang Coklat (WBC)

Wereng Batang Coklat (WBC) padi Biotipe 4, sebenarnya sudah diketahui kemunculannya sejak tahun 2007. Saat itu WBC biotipe 4 berkembang di kabupaten Ngawi, dan 2010 ditemukan di Jember, Banyuwangi, Situbondo dan Sidioarjo. Indikasi lahirnya WBC biotipe 4 adalah berkembangnya koloni WBC pada varietas IR 64.
Mengingat tanaman padi yang ditanam di Jawa Timur didominasi oleh varietas Ciherang dan IR 64, maka WBC biotipe 4 juga beresiko berkembang di kabupaten lain.
Saat ini terlihat adanya perubahan perilaku WBC, antara lain koloninya tidak selalu berada di pangkal batang tetapi juga di malai seperti yang terjadi di kabupaten Mojokerto. Selain itu dijumpai koloni WBC berada pada tanaman jagung seperti yang ditemukan di kabupaten Lamongan.

 
Powered by Blogger